Hacker Curi Aset Kripto Rp 3 Triliun, Begini Kronologinya

Ilustrasi/ Cryptocurrency / Aristya Rahadian

Peretas berhasil menjebol protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi) dari layanan Euler Finance. Imbasnya, aset kripto senilai hampir US$200 juta (Rp 3 triliun) berhasil dikantongi para hacker.

Laporan Bleeping Computer menjelaskan insiden itu mengeksploitasi fitur pinjaman cepat. Sebagai informasi, fitur tersebut menawarkan pengguna untuk bisa mendapatkan pinjaman dalam waktu singkat namun dengan pengembalian yang cepat juga.

Namun, fitur tersebut memiliki kerentanan yang dimanfaatkan oleh para peretas. Para penyerang meminjam uang dengan jumlah besar tanpa mengembalikannya lagi, dikutip TechRadar, Rabu (15/3/2023).

Menurut laporan tersebut, “penyerang menggunakan eksploitasi yang memungkinkan mereka memanipulasi harga token atau aset di platform selama beberapa detik setelah memegang jumlah yang dipinjamkan. Jadi saat perdagangan selesai akan mendapatkan keuntungan besar”.

Pelaku berhasil mendapatkan US$87,5 juta dalam bentuk token DAI, US$18,5 juta dalam bentuk WBTC, US$33,85 juta dalam USDC dan US$135,8 juta dalam steTH.

Perusahaan dibalik sistem DeFi itu, Euler Labs mengonfirmasi kejadian itu lewat akun Twitter-nya. Mereka juga telah menggandeng profesional keamanan dan polisi untuk menyelidiki masalah tersebut.

Menurut beberapa laporan media, dana yang berhasil diambil sedang dalam pantauan. Jadi pelaku akan kesulitan untuk menggunakannya.

Namun perusahaan analitik blockchain, Elliptic berkata sebaliknya. Beberapa token disebut sudah berhasil lolos dari pengawasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*