Tak Seindah Drama, Begini Kerasnya Hidup di Korea Selatan

A man walks on a street in the Gangnam district of Seoul on September 16, 2021. (Photo by Anthony WALLACE / AFP) (Photo by ANTHONY WALLACE/AFP via Getty Images)

Korea Selatan mungkin menjadi negara idaman bagi sebagian kalangan muda di dunia. Hal ini terutama dirasakan oleh penggemar industri hiburan Negeri Ginseng itu.

Namun faktanya, kehidupan di negara itu tidak seindah dalam film-film drama Korea yang sering dipertontonkan. Di Korea Selatan, banyak warga yang mengalami depresi karena tekanan sosial yang tinggi dan kesulitan ekonomi.

Terbaru, Moonbin, salah satu penyanyi yang tergabung dalam grup Kpop ASTRO ditemukan meninggal di rumahnya pada 19 April 2023. Dia diduga kuat bunuh diri. Padahal, karir Moonbin tengah bagus. Dia bahkan masih punya sejumlah jadwal konser bersama ASTRO.

Korea Selatan memiliki tingkat bunuh diri tertinggi di antara negara-negara yang menjadi anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Dalam laporan yang disampaikan Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Korea Selatan, angka kematian bunuh diri Korea, atau jumlah bunuh diri per 100.000 orang, adalah 24,7 pada 2018. Angka tersebut dua kali lipat lebih tinggi dibanding rata-rata tingkat bunuh diri negara OECD, yakni di level 11.

Para ahli mengatakan penyebab bunuh diri sangat kompleks, tidak hanya karena masalah kesehatan pribadi dan mental, tetapi juga terkait dengan faktor ekonomi dan tekanan sosial. Fakta ini salah satunya terlihat dari laporan tentang sejumlah artis dan influencer Korea yang mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.

Kalaupun tidak bunuh diri, nyaris sepertiga penduduk Korea berisiko mati kesepian.

Mengutip laporan Korea Herald, tahun lalu seorang pria berusia 50 tahun-an ditemukan mati sendiri di rumahnya di Seoul pada akhir Juli silam. Kulkasnya kosong, tempat cuci piringnya penuh dengan bungkus mie instan, dan ada tumpukan pemberitahuan tagihan yang belum dibayar di rumahnya.

Kepergian pria malang tersebut menambah jumlah matian kesepian di Korea Selatan.

Saat ini ada hampir sepertiga rumah tangga yang hanya terdiri dari satu orang di Korea Selatan. Menurut Statistik Korea, jumlah rumah tangga satu orang melonjak dari 5,39 juta pada 2016 menjadi 6,64 juta pada 2021. Mereka inilah yang paling rentan mengalami mati kesepian.

Sebuah survei bersama yang dilakukan oleh Gallup Korea dan surat kabar lokal Seoul Shinmun pada 1.008 orang dewasa di seluruh Korsel pada Desember lalu menunjukkan bahwa 45,9 persen responden mengatakan mereka merasa “lebih sendirian” dibandingkan dengan era pra-pandemi.

Laporan lain yang dilakukan Statistics Research Institute pada 2021 menunjukkan bahwa perasaan kesepian di antara pria meningkat dari 19,6 persen pada 2019 menjadi 21,2 persen setahun kemudian. Sementara pada wanita naik dari 21,5 persen menjadi 23,4 persen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*